• Contact
  • Home
  • Home
Sabtu, Februari 7, 2026
  • Login
rekam24bogor
  • Rekam24.com
  • Rekam24bekasi.com
No Result
View All Result
  • Rekam24.com
  • Rekam24bekasi.com
No Result
View All Result
rekam24bogor
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Tiga Warga Bogor Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Rekam24Bogor by Rekam24Bogor
19 Januari 2026
in Berita Terkini
0
Tiga Warga Bogor Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rekam24Bogor.com, BOGOR – Jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang membawa 10 penumpang di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (16/1/2026), menelan korban jiwa. Dari peristiwa tersebut, tiga di antaranya diketahui merupakan warga asal Bogor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban asal Bogor tersebut masing-masing bernama Dwi Murdiono, pegawai PT Indonesia Air Transport (IAT) yang berdomisili di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

RELATED POSTS

Bunga Bangkai Yang Terancam Punah Telah Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 13 Tahun Tidur

Usia 50 Tahun, Tugu Kujang Siap Jadi Cagar Budaya

Selanjutnya, Esther Aprilita Sianipar yang bertugas sebagai pramugari dalam pesawat ATR 42-500. Korban diketahui tinggal di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Satu korban lainnya adalah Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), warga Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Istri korban Dwi Murdiono, Sinta Jayanti, memastikan bahwa suaminya, Dwi Murdiono, merupakan salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Dwi Murdiono diketahui bekerja sebagai engineer di PT Indonesia Air Transport (IAT) dan berdomisili di Jatuh Halang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Keberangkatan korban merupakan perjalanan dinas rutin untuk keperluan patroli kelautan.

“Suami saya berangkat dari Jakarta ke Semarang, sempat transit sampai sore, lalu lanjut ke Yogyakarta dan menginap. Paginya sekitar jam delapan diminta berangkat lagi ke Makassar untuk patroli,” ujar Sinta dengan suara bergetar.

Menurut Sinta, jika seluruh agenda berjalan normal, suaminya biasanya menginap terlebih dahulu di Makassar sebelum kembali ke Yogyakarta dan akhirnya pulang ke Jakarta.

Komunikasi terakhir antara keduanya terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, sesaat sebelum Dwi berangkat menjalankan tugas.

“Abi bilang, ‘Mih, Abi nanti jam delapan berangkat, kalau diundur ya.’ Saya jawab, ‘Iya, Bismillah, hati-hati,’” tutur Sinta. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar dari sang suami.

Padahal, lanjut Sinta, suaminya hampir selalu memberi kabar setelah mendarat atau setibanya di hotel. Namun hingga siang hari, pesan yang dinantikan tak kunjung datang.

Sekitar pukul 12.00 WIB, pihak kantor justru menghubungi Sinta karena nomor ponsel mereka sempat tertukar. Ia mengaku berusaha berpikir positif dan memilih beristirahat. Hingga akhirnya pada pukul 14.00 WIB, pihak kantor kembali menghubunginya dan meminta doa karena Dwi Murdiono dinyatakan lost contact.

“Biasanya kalau landing pasti ngabarin. Kalau pun sibuk, pasti nanti ngabarin pas sudah sampai Jakarta. Tapi ini sama sekali tidak ada kabar,” ungkapnya.

Sinta menjelaskan, suaminya memang kerap menjalani dinas terbang, namun dilakukan secara bergantian dengan rekan kerja lainnya. Kali ini, Dwi ditugaskan karena beberapa pegawai lain sedang libur.

Di tengah kecemasan dan ketidakpastian, Sinta menyampaikan harapannya agar suaminya segera ditemukan.

“Harapan saya cuma satu, semoga cepat ketemu dan orangnya selamat, tidak kurang satu apa pun. Dari kantor juga masih terus kasih info,” pungkasnya sambil menahan tangis.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi terhadap pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Post Views: 7
Tags: Bulusaraung makasarbulusaraung sulawesi selatankorban peswat jatuh makasarpesawat ATR 42-500 jatuhpesawat jatuh makasarsulawesi selatan pesawat jatuh
ShareTweetShare
Rekam24Bogor

Rekam24Bogor

Related Posts

Bunga Bangkai Yang Terancam Punah Telah Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 13 Tahun Tidur

Bunga Bangkai Yang Terancam Punah Telah Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 13 Tahun Tidur

by Rekam24Bogor
6 Februari 2026
0

Rekam24Bogor.com, Bogor Kota - Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung ke Kebun Raya Bogor terus meningkat untuk menyaksikan langsung bunga...

Usia 50 Tahun, Tugu Kujang Siap Jadi Cagar Budaya

Usia 50 Tahun, Tugu Kujang Siap Jadi Cagar Budaya

by Rekam24Bogor
6 Februari 2026
0

Rekam24Bogor.com, Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)...

Langkah Menuju Museum Pajajaran, Menteri Kebudayaan Buka Pameran Kujang di Batutulis, Gratis

Langkah Menuju Museum Pajajaran, Menteri Kebudayaan Buka Pameran Kujang di Batutulis, Gratis

by Rekam24Bogor
6 Februari 2026
0

Rekam24Bogor.com, Bogor Kota - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka Riksa Wisesa, Jejak...

Ahok Kenang Meriyati Hoegeng, Sosok Orang Tua Penjaga Nilai Kejujuran

Ahok Kenang Meriyati Hoegeng, Sosok Orang Tua Penjaga Nilai Kejujuran

by Rekam24Bogor
4 Februari 2026
0

Rekam24Bogor, Bogor - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenang sosok Meriyati Hoegeng sebagai figur orang tua yang sepanjang hidupnya konsisten menanamkan...

Kapolri: Keteladanan Eyang Meriyati Hoegeng Jadi Amanah bagi Keluarga Besar Polri

Kapolri: Keteladanan Eyang Meriyati Hoegeng Jadi Amanah bagi Keluarga Besar Polri

by Rekam24Bogor
4 Februari 2026
0

Rekam24Bogor.com - BOGOR - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Eyang Meriyati Hoegeng....

Next Post
Diskominfo Alokasikan Rp.4miliar dari APBD Untuk Command Control Center

Diskominfo Alokasikan Rp.4miliar dari APBD Untuk Command Control Center

Pembangunan Dinilai Tak Seimbang, Rektor INDABI Soroti SDM dan Kemiskinan di Bogor

Pembangunan Dinilai Tak Seimbang, Rektor INDABI Soroti SDM dan Kemiskinan di Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Bunga Bangkai Yang Terancam Punah Telah Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 13 Tahun Tidur

Bunga Bangkai Yang Terancam Punah Telah Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 13 Tahun Tidur

6 Februari 2026
Usia 50 Tahun, Tugu Kujang Siap Jadi Cagar Budaya

Usia 50 Tahun, Tugu Kujang Siap Jadi Cagar Budaya

6 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • TJ Akan Perpanjang Rute TransJabodetabek Dari Bogor Ke Jakarta

    TJ Akan Perpanjang Rute TransJabodetabek Dari Bogor Ke Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tembok Tinggi Menjulang Di Batas Kali Kecil Tanah Sareal, PUPR dan Satpol PP Turunkan Tim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atap Bocor dan Seng Rawan Tertiup Angin, JPO Terminal Baranangsiang Memprihatinkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zihan dan Zakki Pemaran Qorin 2 Sapa Penggemar, Bocorkan Soal Film

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Badan Keuangan dan Aset Kota Bogor Alokasikan Rp.73 Juta Belanja Sembako dan Kue Untuk Sambut Tamu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
rekam24bogor

  • Contact
  • Home
  • Home

© 2025 Rekam24Bogor

No Result
View All Result
  • Rekam24.com
  • Rekam24bekasi.com

© 2025 Rekam24Bogor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In