Rekam24Bogor.com, PAMIJAHAN- Video keluhan siswa SDN 05 Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang diunggah akun media sosial Rian Farhadhi, viral dan menuai sorotan publik.
Dalam video tersebut, para siswa menyampaikan kondisi sekolah mereka yang dinilai jauh dari kata layak sebagai tempat belajar.
Para siswa mengeluhkan tidak adanya perpustakaan, keterbatasan listrik hingga harus belajar dalam kondisi gelap, serta plafon sekolah yang rusak dan membahayakan keselamatan.
Kondisi ini mencerminkan buruknya sarana dan prasarana pendidikan dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ironisnya, hingga awal tahun 2026, program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) juga belum menyentuh para siswa SDN 05 Ciasmara. Dalam video tersebut, para siswa bahkan secara polos meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meninjau langsung kondisi sekolah mereka.
Padahal, pengelolaan dan perawatan sekolah dasar negeri merupakan kewenangan Pemkab Bogor. Namun, hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi SDN 05 Ciasmara yang dinilai memprihatinkan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Rusliandy, hanya menyampaikan akan meminta tim sarana dan prasarana (sarpras) untuk melakukan pengecekan ke lapangan, tanpa kepastian waktu.
“Mangga nanti tim sarpras cek ke lapangan,” ujar Rusliandy, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati, membenarkan kondisi sekolah tersebut memang dalam keadaan memprihatinkan.
“Sudah dikonfirmasi, memang kondisi sekolah seperti itu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa daya listrik di sekolah tersebut hanya sebesar 450 watt, yang jelas tidak memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Listriknya masih 450 watt,” paparnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap komitmen Pemkab Bogor dalam menjamin hak dasar pendidikan anak, sekaligus memperlihatkan lemahnya pengawasan dan prioritas pembangunan sektor pendidikan, terutama di wilayah pinggiran. ***










