Rekam24Bogor.com, Bogor Tengah – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, yang menjadi salah satu gerbang utama masuk kota hujan, kini tampak memprihatinkan.
Alih-alih memberikan kesan pertama yang nyaman bagi warga dan pendatang, JPO tersebut justru terlihat kumuh dan tidak terawat.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi lantai jembatan yang becek akibat atap bocor. Genangan air tampak mengganggu aktivitas pejalan kaki yang melintas.
Ironisnya, besi penyangga jembatan bahkan dimanfaatkan sebagai tempat menjemur pakaian, menambah kesan semrawut pada fasilitas publik tersebut.
Tak hanya persoalan infrastruktur, di sepanjang JPO juga terlihat sejumlah pengemis duduk di lantai, berharap belas kasihan dari para pengguna jembatan.
Kondisi ini membuat sebagian pejalan kaki merasa tidak nyaman.
Salah satunya Nur, seorang warga yang rutin melintasi JPO tersebut. Ia mengaku terganggu dengan kondisi jembatan yang tidak layak.
“Kalau dilihat ya kurang nyaman, karena ada genangan air di atas JPO,” ujarnya.
Nur juga menyebut keberadaan pengemis turut menambah rasa tidak nyaman, meskipun di sisi lain ia mengaku tetap memiliki empati.
“Saya tidak nyaman, tapi di sisi lain juga kasihan. Mereka benar-benar butuh,” katanya.
Lebih jauh, Nur mempertanyakan peran dan kepekaan pemerintah dalam menangani persoalan ini. Ia menilai perhatian pemerintah belum sepenuhnya menyentuh masyarakat kecil yang hidup dalam keterbatasan.
“Kita jadi tanda tanya, di mana peran pemerintah? Sementara rapat dan makan pejabat dibiayai negara, setiap dinas punya anggaran makan dan minum, tapi mereka yang miskin justru harus mengemis di jalan, berharap belas kasihan. Di mana nurani pemerintah?” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat serta benar-benar hadir untuk melayani, bukan sekadar memikirkan kepentingan dan penghasilan pribadi.










