Rekam24Bogor.com, CIBINONG – Sejumlah harga kebutuhan dapur di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami lonjakan signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang sayur mayur, Teddy (45), mengungkapkan kenaikan harga sudah terjadi sejak lebih dari sebulan terakhir dan semakin terasa mendekati pergantian tahun. Ia menyebut hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan cukup tajam.
“Menjelang tahun baru semua naik. Cabai rawit merah dari Rp30 ribu sekarang sampai Rp70 ribu per kilogram. Bawang merah dari Rp35 ribu jadi Rp50 ribu, cabai keriting dari Rp35 ribu naik ke Rp60 ribu,” ujarnya
Menurut Teddy, lonjakan harga kali ini bukan kenaikan kenaikan hal yang biasa. Ia merasa kenaikan ini seperti tidak wajar.
“Kalau naik sedikit itu Rp1.000 sampai Rp2.000. Ini sudah pindah harga,” katanya.
Tak hanya cabai dan bawang, sejumlah sayuran lain juga ikut terdampak. Wortel yang sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilogram kini mencapai Rp17 ribu. Timun yang biasanya Rp5–6 ribu per kilogram melonjak menjadi Rp12 ribu. Sementara itu, harga ikan toman masih terpantau stabil.
Teddy menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi pertanian di daerah pemasok. Musim hujan menyebabkan kualitas panen menurun akibat serangan hama, sehingga pasokan berkurang dan harga ikut terdongkrak.
Kondisi tersebut berdampak pada jumlah pembeli dan omzet pedagang. Teddy mengaku penjualan menurun cukup drastis pada hari biasa.
“Kalau hari biasa pembelinya sepi. Omzet turun sekitar 30 sampai 50 persen. Sabtu dan Minggu agak mendingan karena lebih ramai,” ungkap dia.
Meski kerap mendapat keluhan dari pembeli, Teddy menegaskan pedagang tidak memiliki banyak pilihan.
“Pembeli sering komplain karena mahal, tapi memang dari pusatnya sudah mahal. Saya juga tidak bisa menurunkan harga,” tutupnya










