Rekam24Bogor.com, Bogor Kota –
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung ke Kebun Raya Bogor terus meningkat untuk menyaksikan langsung bunga yang dikenal sebagai salah satu bunga terbesar di dunia tersebut.
Amorphophallus titanum tercatat telah mekar sebanyak enam kali, dengan terakhir kali terjadi pada 2012 dan mencapai tinggi 180 sentimeter.
Saat ini, tinggi bunga bangkai tersebut telah mencapai sekitar 130 sentimeter dan diperkirakan akan mekar dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Untuk memantau pertumbuhannya, pengelola Kebun Raya Bogor memasang kamera khusus di area tumbuh agar perkembangan tanaman dapat dipantau secara berkala.
Fenomena ini juga menarik perhatian para peneliti. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, meninjau langsung perkembangan bunga bangkai tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi BRIN per Sabtu (31/1), tinggi bunga bangkai mencapai 120 sentimeter dengan diameter kuncup sekitar 21 sentimeter.
Arif menyebut momen langka ini menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan biodiversitas Indonesia.
Merujuk pada International Union for Conservation of Nature (IUCN), Amorphophallus titanum merupakan spesies yang dilindungi dan tergolong Endangered Species atau spesies terancam punah.
“Pola pemekarannya memang masih tidak teratur. Kadang mekar setiap tiga tahun, kadang dua tahun, bahkan terakhir tercatat mekar pada 2014. Para periset masih terus berupaya memahami pola ini,” ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1).
Ia memperkirakan bunga bangkai tersebut akan mekar sekitar 3 Februari dan menjadi momen penting bagi para pecinta keanekaragaman hayati di Indonesia.
Bunga bangkai atau titan arum merupakan tumbuhan berbunga dari keluarga Araceae.
Tanaman ini memiliki bunga majemuk berukuran besar yang tidak bercabang, daun tunggal yang tinggi menyerupai pohon, serta umbi berat yang memungkinkan tumbuhan menghasilkan bunga raksasa.
A. titanum merupakan tumbuhan endemik hutan hujan Pulau Sumatra.
Bunganya mekar dalam waktu singkat dan mengeluarkan bau busuk yang kuat untuk menarik serangga penyerbuk, sehingga dikenal pula dengan sebutan bunga mayat.
Titan arum pertama kali berbunga dalam budidaya di kebun raya pada tahun 1889.
Sejak saat itu, bunga ini telah mekar di berbagai kebun raya di dunia. Di Kebun Raya Bogor sendiri, tercatat terdapat sembilan jenis bunga bangkai yang ditanam sejak 1992.
Arif berharap Kebun Raya Bogor tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian dan koleksi tanaman, tetapi juga sebagai sarana edukasi konservasi yang dikemas dalam bentuk wisata edukatif. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya keanekaragaman hayati.
“Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan ini harus benar-benar kita jaga. Kemampuan kita merawat dan mengelolanya akan menentukan posisi Indonesia di mata dunia,” kata Arif.










