BOGOR – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bogor, bernilai RP (49), meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Pani’isan, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, pada Minggu (30/11/2025).
Korban yang menjabat sebagai Kabid Pemanfaatan dan Pengamanan pada BPKAD Kabupaten Bogor tersebut dilaporkan mengalami keluhan sakit di bagian dada sebelum akhirnya pingsan dalam perjalanan menuju puncak.
Laporan pertama diterima oleh Sekban BPBD Kabupaten Bogor pada pukul 12.26 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak dari Mako pukul 12.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Proses evakuasi dilakukan selama empat jam dengan medan pendakian yang cukup sulit.
“Medan menuju lokasi cukup menantang dan membutuhkan waktu serta tenaga ekstra. Proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut nyawa manusia,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, Senin (1/12/2025)
Berdasarkan keterangan saksi, korban beberapa kali mengeluhkan sakit dada dan sering berhenti untuk beristirahat. Setelah pingsan, korban sempat masih bernapas, namun selang beberapa waktu denyut nadinya hilang. Warga langsung mencari bantuan dan menghubungi pihak BPBD.
“Setelah menerima laporan, kami segera mengerahkan tim gabungan. Sayangnya, saat tim tiba di lokasi dan melakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal,” ungkap Adam.
Evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan BPBD bersama warga, Babinsa, relawan pendakian, pengelola wisata, Ambulance Yayasan Prabowo Subianto Djojohadikusumo, serta unsur terkait lainnya. Korban berhasil dievakuasi pada pukul 14.30 WIB dan langsung dibawa ke RS EMC Sentul sebelum dipulangkan ke rumah duka.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian harus dibarengi dengan pemeriksaan kondisi kesehatan, terutama bagi pendaki yang memiliki riwayat penyakit,” tutup Adam Hamdani.
Langkah penanganan oleh BPBD meliputi koordinasi dengan aparat setempat, pendataan (assessment), evakuasi, dan evaluasi pascakejadian. Kebutuhan dasar yang digunakan selama operasi antara lain kantong jenazah, tandu lipat, dan peralatan medis.










