Rekam24Bogor.com, KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto membantah tegas isu yang beredar di media sosial terkait kabar Kabupaten Bogor akan keluar dari Provinsi Jawa Barat.
Isu tersebut mencuat di tengah polemik penutupan tambang di wilayah Parungpanjang yang memicu beragam spekulasi di ruang digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat berada di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah disampaikan oleh dirinya maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kami hanya mengajak seluruh masyarakat, berbijaklah menggunakan media sosial,” kata Rudy dikutip dair Antara.
Ia menambahkan bahwa narasi ancaman keluar dari Provinsi Jawa Barat merupakan informasi yang tidak berdasar dan tidak memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. “Kalau sampai ada berita-berita, apabila kebijakan A, B, C tidak dituruti, maka bupati, wakil bupati mengancam akan keluar dari Provinsi Jawa Barat, tunjukkan videonya, tunjukkan statement-nya. Saya pastikan tidak ada,” ujarnya.
Rudy memastikan bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berjalan harmonis. Ia menyebutkan bahwa kedua pihak terus bersinergi dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, koordinasi dan kerja sama antar pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik.
“Kita membangun bangsa bersama-sama sesuai dengan kewenangan, tanggung jawab, dan porsinya,” kata Rudy. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di tengah beredarnya isu tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor justru tengah fokus mempercepat pembangunan di berbagai sektor yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Masyarakat Kabupaten Bogor membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur. Masih banyak jalan yang rusak, masih banyak sekolah yang rusak,” ujar Rudy. Rudy mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas di media sosial.
Ia menekankan pentingnya literasi digital serta sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Gunakan media sosial sebagai saran, masukan, kritik yang membangun untuk pemerintah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Bogor dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kedamaian. “Seluruh masyarakat Kabupaten Bogor cinta damai. Seluruh masyarakat Kabupaten Bogor tidak ingin dipecah belah,” katanya








