Rekam24Bogor.com, Bangkit dari Tidur Panjang, Bunga Bangkai Raksasa Gegerkan Kebun Raya Bogor Setelah menghilang selama bertahun-tahun bak legenda yang terkubur waktu, salah satu tanaman paling langka dan paling fenomenal di muka bumi akhirnya kembali menampakkan diri.
Dari perut tanah Kebun Raya Bogor, bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) bangkit perlahan—seolah terbangun dari tidur panjangnya—dan kini bersiap menyuguhkan pertunjukan alam yang nyaris tak pernah terjadi.
Keajaiban ini pertama kali terungkap dua hari lalu saat tim koleksi Kebun Raya Bogor melakukan sensus rutin. Tak ada yang menyangka, dari bawah tanah muncul tunas raksasa dengan laju pertumbuhan mencengangkan. Sehat, kokoh, dan penuh vitalitas, kemunculan ini langsung memicu decak kagum para peneliti hingga pengelola kebun raya.
GM Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menyebut peristiwa ini sebagai anugerah langka yang patut disyukuri bersama.
“Bunga bangkai ini bukan tontonan tahunan. Berdasarkan siklusnya, ia hanya mekar sempurna sekitar enam tahun sekali. Jadi kemunculannya benar-benar istimewa,” ujarnya.
Saat ini, tinggi bunga bangkai telah menembus angka satu meter dan terus menjulang hari demi hari.
Jika cuaca dan kondisi lingkungan tetap bersahabat, dalam sepuluh hari ke depan bunga raksasa ini diperkirakan akan mekar sempurna, menciptakan momen langka yang dipastikan menyedot perhatian publik.
Sebagai perbandingan, tinggi maksimal bunga bangkai dapat mencapai lebih dari tiga meter, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2020 silam.
Bahkan di Kebun Raya Cibodas, tanaman serupa tercatat mampu tumbuh lebih tinggi berkat kondisi cuaca yang sangat mendukung.
“Di Cibodas bisa lebih dari tiga meter karena iklimnya sangat ideal,” terang Zaenal kepada Radar Bogor, Senin (26/1/2026).
Saat bunga ini akhirnya mekar penuh, pengunjung dipastikan dapat menyaksikan langsung keajaiban tersebut. Namun demi keamanan dan kelestarian, pihak pengelola akan mengatur jarak pandang agar fenomena alam ini tetap terjaga.
Sementara itu, Tim Pemelihara Koleksi Mitra Natura Raya, Dendy, menjelaskan bahwa pertumbuhan bunga bangkai melewati fase-fase krusial yang tidak sederhana. Dimulai dari fase dorman, saat umbi “beristirahat” di bawah tanah dalam kurun waktu yang tak dapat diprediksi.
“Sekarang ini sudah masuk fase generatif. Di fase ini terjadi proses reproduksi jantan dan betina yang disertai thermogenesis,” jelasnya.
Faktor cuaca pun memegang peranan besar. Kombinasi hujan dan panas yang seimbang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan, sementara tanah yang terlalu lembap justru dapat menghambat proses alami tanaman raksasa ini.
“Cuaca sekarang cukup ideal. Meski sering hujan, panas mataharinya masih ada. Kondisi seperti ini memungkinkan bunga bangkai tumbuh lebih cepat,” tambah Dendy.
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kebangkitan sang raksasa, lokasi bunga bangkai berada tak jauh dari area Air Kahuripan, tepat di kawasan tebingan Kebun Raya Bogor. Sebuah titik sunyi yang kini menjadi pusat perhatian—menjadi saksi bisu kebesaran biodiversitas Indonesia yang kembali menunjukkan taringnya.









