Rekam24Bogor.com, Bogor Tengah, Kota Bogor – Tram merupakan transportasi umum massal yang digunakan untuk membantu mobilitas masyarakat.
Kota Bogor saat ini berambisi untuk membangun sistem transportasi ini ditengah APBD yang terus berjuang agar Biskita bisa terus mengaspal.
Pertanyaanya benarkah tram ini transportasi modern dan pengembanganya dilakukan di Kota Bogor?
Berbicara soal tram tentu berbicara transportasi ketika Indonesia masih diduduki Belanda. Transportasi ini sudah ada sejak dulu namun yang menjadi modernisasi adalah teknologinya bukan sistem transportasinya.
Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengatakan tran merupakan angkutan umum yang sejak dulu ada di Indonesia.
“Jadi sebelum di Belanda ini dibuat di Jakarta dulu. Jakarta sudah hilang, di Belanda masih ada,” tukasnya.
Pembuatan tram pertama ini dilakukan di Indonesia bukan di Belanda yang kemudian oleh belanda dikembangkan teknologinya melalui modernisasi mesin.
” Jadi kan dulu trem pertama itu pake kuda, tarik kuda. Di Jakarta itu. Baru jadikan di Belanda. Belanda itu hanya tiga kota ada trem nya. Kota Amsterdam, Rotterdam, sama kota Den Haag. Itu udah kesana, jadi saya tahu. Tiga kota itu yang ada trem. Dan itu mau ditempel di jalan raya. Jadi kalau lampu merah dia juga berhenti Sama Seperti mobil,” pungkasnya.
Selain itu dari sisi pengembangan, Kota Bogor baru akan menerapkan dan memiliki wacana transportasi tram.
Karena hingga saat ini sejak dulu tram belum pernah dibangun atau dirancang dan digunakan di Kota Bogor.
“Iya baru sekarang, Bogor tuh sudah lama pengen ada trem. Ya. Namun, pasalnya dulu itu kan kita selalu ditawari kereta sisa dari Belanda. Jadi waktu itu Belanda tuh tremnya dibuang, dibuang ke Indonesia. Nah, tapi gak ada yang mau karena teknologinya teknologi usang kan,”imbuhnya.
Saat ini di Kota Bogor baru akan dibangun tram yang dikembangkan oleh PT INKA.
“Ya, kalau Bogor mau ya enggak apa-apa untuk dicoba. Saya sudah tanya, dicoba yang 490 meter itu mungkin di sekitar taman ini aja lah, dalam kota dulu. Tapi nanti kalau 6-7 kilo katanya mau di kebun raya atau di mana gitu lah. Soalnya kalau di jalan umum itu masih beresiko. Karena di jalankan trem ini jalan umum, makanya masih berisikonya,” pungkasnya.










