Rekam24Bogor.com, GUNUNG PUTRI – Identitas perempuan yang ditemukan meninggal di pinggir Jalan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12/2025) akhirnya berhasil diketahui.
Kapolres Bogor, AKBP Whika Ardilestanto, menyampaikan bahwa hasil identifikasi pihak terkait memastikan korban berinisial A (41), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
“Dari hasil identifikasinya udah ketemu yang bersangkutan itu inisialnya A tempat tinggalnya sesuai KTP di Mampang Prapatan, Jaksel,” ungkap dia, Rabu (10/12/2025).
Whika menjelaskan, temuan jasad wanita yang tergeletak dengan kondisi tangan terikat tersebut diduga kuat merupakan korban pembunuhan.
“Kemungkinan besar,” ucap dia.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran.
“Nah ini kemaren sudah penyelidikan, sudah ada terduga pelakunya sudah kita kejar,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan seorang perempuan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pinggir Jalan Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.
Penemuan ini sontak mengejutkan warga sekitar, terlebih setelah muncul kesaksian yang menyebut korban sebelumnya terlihat dibawa seorang pengendara sepeda motor dalam kondisi tidak wajar.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan sejak pertama kali menerima informasi dari warga. Tim kepolisian sudah turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengumpulkan bukti awal.
Ia mengatakan penemuan jasad korban pertama kali disampaikan oleh saksi berinisial H. Ia melihat tubuh seseorang dalam posisi tengkurap di pinggir jalan ketika melintas bersama temannya.
“Awal mulanya pada Sabtu 6 Desember 20025 sekitar pukul 17.30 WIB. H melihat ada seorang dalam posisi tengkurep, kemudian dicek dan benar sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.
Robby menjelaskan, setelah memastikan kondisi korban, Hendra segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. Informasi itulah yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Korban ditemukan di dekat sebuah angkot yang sedang terparkir.
“Saksi H seorang pengendara sepeda motor yang melintas melihat ada seorang sedang dalam posisi tengkurep yang berada di pinggir Jalan di samping angkot yang terparkir,” jelas dia.
Robby menerangkan ada keterangan penting lainnya dalam penemuan jasad seorang wanita yaitu dari saksi berinisial MH yang sebelumnya melihat korban dibonceng oleh seorang pria menggunakan sepeda motor.
“Awal mulanya sekitar pukul 17.30 WIB melihat pengendara sepeda motor penumpang perempuan dalam keadaan tangan terikat tali, kaki sebelah kiri terseret di aspal, namun pengemudi mengabaikan,” tuturnya.
Robby menyatakan, saksi mengaku sempat menegur pengendara motor karena melihat penumpang perempuan tersebut dalam kondisi miring dan terseret. Namun, tegurannya tak digubris. Ia juga melihat pengendara motor itu sempat berhenti di sebuah warung untuk memperbaiki posisi penumpang, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
“Kemudian karna tidak ada respon dari pengemudi sepeda motor tersebut, saksi H dan saksi B yang melihat secara bersamaan melanjutkan perjalanan kembali ke rumahnya,” ucap dia.
Robby menegaskan bahwa fakta-fakta di lapangan masih terus dikumpulkan, termasuk meminta keterangan saksi tambahan di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian juga memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Polisi kini menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur yang dilewati dan berupaya mengidentifikasi pengendara motor yang diduga membawa korban sebelum ditemukan tewas.










