Rekam24Bogor.com, Bogor Tengah, Kota Bogor – Birokrasi menjadi ujung tombak dari proses mewujudkan visi Bogor Beres Bogor Maju. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki sikap dan kinerja yang melayani masyarakat dengan mempermudah urusan warga tanpa harus menabrak regulasi.
Perangkat daerah menjadi pengampu dari setiap kebijakan pimpinan. Optimisme warga menjadi gambaran maju dan sejahtera bersama bisa terwujud.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan visi Bogor Beres Bogor Maju merupakan gabungan dari berbagai pemikiran dalam mensetting sebuah kondisi kedepan melalui misi yang diturunkan Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, Bogor Lancar, Bogor Cerdas.
“Empat misi ini harus dijalankan oleh sebuah struktur organisasi yang mampu tadi, mendekatkan antara mimpi dengan kenyataan,”imbuhnya, Rabu (3/12/2025) dalam program 30 menit bersama Wali Kota Bogor yang diadakan oleh Redaksi Rekam24.com.
Seperti misalnya Bogor Sehat, untuk mencapai peningkatan indeks harapan hidup masyarakat tentu ada proses dan tahapan sehingga itu diturunkan dalam program kerja di dinas kesehatan melalui peningkatan layanan, perbaikan dan penambahan infrastruktur, menyiapkan tenaga kesehatan dan sebagainya.
Tidak hanya mengobati namun juga dilakukan pencegahan, dengan program kerja untuk mendorong warga beraktivitas dan berolahraga melalui program kerja yang diturunkan pada Dinas Pemuda Dan Olahraga
“Karena yang namanya sehat itu bukan hanya urusan kuratif orang sakit baru diobati juga. Harus ada juga promotif dan preventifnya. Ya tentu orang jangan sakit dulu, ada lagi langkah pemerintah daerah yang harus ambil misalnya supaya tidak sakit ya tadi sering berolahraga.Nah siapa yang mengampu bidang olahraga? Ada dinas pemuda dan olahraga,” tukasnya.
Selain itu untuk Bogor sejahtera juga diturunkan melalui program kerja di DPMPTSP dan Dinas KUKM Dagin.
Sebab dalam mencari nafkah tidak semua masyarakat menjadi karyawan, buruh, pegawai ataupun pegawai negeri sipil namun ada juga warga yang berusaha.
Sehingga bagi mereka yang memulai usaha dengan label UMKM, Koperasi, perdagangan dan perindustrian serta sebagainya izin tidak dipersulit dengan birokrasi yang panjang.
Nanum dengan mempermudah izin melalui tahapan prosedur dan aturan yang ada sehingga warga bisa mudah berusaha.
Selain itu pemerintah juga terus meningkatkan perbaikan rumah tidak layak huni, memberikan bantuan sosial, membangun sekolah, mengintegrasikan infrastruktur dan sebagainya.
“Nah jadi banyak kelompok kerja yang bertanggung jawab tapi tadi tujuan utama adalah bagaimana angka harapan hidup atau indeks harapan hidup warga Kota Bogor meningkat terus,” ujarnya.
Dibidang transportasi Bogor Lancar juga melanjutkan program Biskita bahkan memperluas jaringan transportasi dengan layanan Trans Jakarta rute Bogor – Jakarta Selatan.
Kemudian untuk mengurangi kemacetan Kota Bogor juga sudah memiliki peraturan daerah masa operasional angkutan kota.
“Itu sudah dibahas sejak lama terkait dengan ketentuan usia teknis angkutan perkotaan, ya. Angkutan perkotaan sudah dijadikan peraturan daerah tidak boleh lagi ada angkutan perkotaan di atas 20 tahun usia teknisnya. Karena apa? Karena mungkin sudah tidak laik lagi, kemudian tidak memadai lagi, tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Berkaitan itu semua Pemkot Bogor dibawah kepemimpinan Dedie A. Rachim terus mengajak warga optimis dan mendorong perangkat daerah sebagai pengampu kebijakan untuk sama sama mewujudkan mimpi dan harapan warga.










